Connect with us

Jkt Politik

Debat Kedua: Jokowi Melahap Angka, Prabowo Mulai Menyerang

Published

on

jokowi

Debat kedua Pilpres dinilai menjadi panggung bagi capres 01 Joko Widodo unjuk gigi. Angka-angka dan data soal pangan, lingkungan, infrastruktur, hingga sumber daya alam, khatam di luar kepala. Bahkan, termasuk angka soal luas lahan yang dikuasai Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh. Tak mungkin jika tak dihapal, disiapkan, untuk menyerang.

Meski begitu, beberapa angka di kepala Jokowi itu memicu perdebatan karena dianggap tak valid. Di antaranya soal data impor jagung yang menurun dan kebakaran hutan yang diklaim hampir tak ada 3 tahun ini. Lainnya data diragukan soal 191.600 km jalan desa dibangun dan 58.931 irigasi.

“Over all debat kedua lebih baik dibanding debat pertama ya, karena masing-masing itu sudah mulai masuk ke hal substansi, perdebatan soal kelima tema yang memang menjadi tema pokok di debat kedua, seperti mungkin diprediksikan sebenarnya kalau bicara soal data terkait dengan tema itu Pak Jokowi nampak memang jauh lebih banyak menampilkan data untuk menopang argumentasi, meskipun ya ada satu dua yang datanya enggak valid,” kata pengamat politik Gun Gun Heryanto.

Gun Gun menilai, gaya debat Jokowi yang lebih menggunakan data ditopang oleh posisinya sebagai petahana dengan ragam kebijakan yang sudah ia mabil. Terlebih terkait posisinya sebagai incumbent, Jokowi dinilai paham betul soal hal teknis menyangkut topik yang diperdebatkan.

 

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Prabowo yang dinilai masih belum tampil dengan pemahaman teknis yang mempuni terkait tema debat. Gun Gun merasa meski ada beberapa hal yang menarik yang disampaikan oleh Prabowo, namun belum mendalam dari segi teknis.

“Dengan topik topik yang diperbincangkan misalnya seperti unicorn itu kan sepertinya kan masih belum berada di loker kognisinya secara ajeg gitu loh. Belum ya singkatnya belum menguasai lah soal itu. Belum mendalam, bahkan mungkin dia juga masih ragu soal infrastktur unicorn itu. Dan memang Pak Jokowi terlalu teknis sih pertanyaannya juga. Kalau misalnya start-up, membangun infrastruktur start-up mungkin lebih umum kan, unicorn kan belum tentu semua paham ya,” ujarnya.

Dalam debat kedua, Jokowi dinilai berberapa pihak kembali menampilkan penampilan yang menyerang. Sementara, Prabowo lebih banyak bertahan. Gun Gun tak begitu mengamini hal tersebut. Menurutnya, Prabowo dalam debat semalam tidak begitu defensif, namun data yang digunakan untuk menyerang masih bersifat general.

“Seperti misalnya bicara soal indeks yang dikeluarkan oleh misalnya bank dunia, yang mana indeksnya gitu loh. Misalnya yang dimaksud apa, indeks peforamance ya kan, itu kan bagus sebenarnya ketika dicek fakta kan memang indeks peformance kita memang di bawah negara-negara lain, dalam pembangunan infrastruktur, itu kenapa Pak Prabowo tidak menyampaikan secara lugas gitu,” kata Gun Gun.

 

“Ya kemudian apalagi ya, ketika misalnya dia menyerang soal impor gula, ya itu kan menurut saya ofensif. Kemudian pada saat misalnya bicara soal energi terbarukan, dia kan ofensif. Jadi bagi saya, saya tidak melihat Pak Prabowo tadi malam defensif, jadi ofensif dan defensif dalam debat itu menurut saya keduanya memang harus dijalankan sebagai strategi menyerang dan bertahan seperti dalam permainan bola,” tambahnya.

Tema debat menguntungkan Jokowi

Secara keseluruhan, Gun Gun menilai perdebatan di debat kedua lebih baik dibanding debat pertama. Kedua capres sudah mulai masuk ke area substansial dari tema debat. Namun, Gun Gun menilai petahana masih unggul pada debat kedua, karena tema yang dianggap menguntungkan.

“Kalau debat tadi malam pak Jokowi masih leading dibanding Pak Prabowo. Kalau di debat perdana saya melihat keduanya tidak memiliki nilai lebih, kalau tadi malam ya wajar sih. Karena topiknya itu topik petahana. Artinya banyak hal teknis lah seperti misalnya soal energi soal sumber daya alam, itu banyak hal teknis,” kata Gun Gun.

 

Tema debat yang menguntungkan tersebut menjadikan Jokowi tampil jauh lebih rileks dibandingkan Prabowo. Sementara, Gun Gun melihat Prabowo tampil dengan ketidakpastian. Namun, hal tersebut dinilai wajar. Sebab, Prabowo harus merangkai narasi yang sebenarnya belum menjadi kesehariannya, berbeda dengan Jokowi yang banyak berkutat dengan tema debat sebagai petahana.

“Saya melihat memang tadi malam Pak Jokowi jauh lebih rileks, dan Pak Prabowo kalau lihat tadi malam agak beda dengan penampilan perdana, tadi malam justru agak lebih kalau di bidang komunikasi politik di bidang retoriks itu, dia seperti mengalami uncertainty (ketidakpastian dan ketidaknyamanan) itu terbaca dari beberpa gesture dia saat terclose-up oleh media. Memang Pak Prabowo tadi malam nampak jauh lebih under pressure,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

berita terhangat

%d bloggers like this: